Uji keseragaman kandungan wajib dilakukan pada semua bentuk sediaan yang tidak memenuhi kriteria pada uji keragaman bobot. Namun, jika uji keseragaman kandungan dipersyaratkan, industri dapat menggantinya dengan uji keragaman bobot, asalkan nilai simpangan baku relatif (SBR) kadar zat aktif pada produk akhir tidak lebih dari 2%.
Nilai SBR ini ditentukan berdasarkan data validasi proses produksi dan pengembangan produk. SBR kadar adalah persentase simpangan baku relatif dari kadar zat aktif dalam setiap satuan sediaan (b/b atau b/v). Perhitungannya diperoleh dari hasil penetapan kadar tiap satuan sediaan yang kemudian dibagi dengan bobot masing-masing satuan sediaan (lihat Tabel 3.2).
Jika pengujian dilakukan dengan metode keragaman bobot seperti ketentuan tersebut, maka hasilnya tetap harus memenuhi persyaratan keseragaman kandungan yang telah ditetapkan.
Tabel. 3.1 Penggunaan Uji Keseragaman kandungan dan Uji Keragaman bobot untuk
|
Bentuk
sediaan |
Tipe |
Sub
tipe |
Dosis
dan perbandingan zat aktif |
|
|
25 mg dan
25 % |
<
25 mg atau < 25% |
|||
|
Tablet |
Tidak
bersalut |
|
Keragaman
bobot |
Keseragaman
kandungan |
|
Salut |
Selaput |
Keragaman
bobot |
Keseragaman
kandungan |
|
|
Lainnya |
Keseragaman
kandungan |
Keseragaman
kandungan |
||
Tabel 3.2 Nilai
Keberterimaan Kadar Tablet
|
Variabel |
Definisi |
Kondisi |
nilai |
|
|
Rata-rata dari masing-masing kandungan (X1,X2,...Xn)
yang dinyatakan dalam persentase dari jumlah yang tertera pada etiket |
|
|
|
X1, X2, ..., Xn |
Kandungan
masing-masing satuan sediaan yang diuji, dinyatakan dalam persentase dari
jumlah yang tertera pada etiket |
|
|
|
n |
Jumlah contoh (jumlah satuan dalam contoh) |
|
|
|
k |
Konstanta
keberterimaan |
Jika
n = 10, maka k = |
2,4 |
|
Jika n = 30, maka k= |
2,0 |
||
|
s |
Simpangan
baku contoh |
|
|
|
SBR |
Simpangan baku relatif (simpangan baku contoh yang
dinyatakan dalam persentase rata-rata) |
|
|
|
M (kasus 1) yang digunakan jika
T?101,5 |
Nilai
rujukan |
Jika
98,5%? ?101,5%, maka |
M= (NP
=ks) |
|
Jika < 98,5%, maka |
M = 98,5% (NP = 98,5 - +ks) |
||
|
Jika
>101,5%, maka |
M
= 101,5% (NP
= -101,5% +ks) |
||
|
M (kasus 2) yang digunakan jika T>
101,5 |
Nilai rujukan |
Jika 98,5%? ?T maka |
M= (NP =ks) |
|
Jika
< 98,5%, maka |
M
= 98,5% (NP
= 98,5 - +ks) |
||
|
Jika >T maka |
M = T % (NP = -T+ks) |
||
|
Nilai keberterimaan (NP) |
|
|
Rumus umum (perhitungan diatas dinyatakan
untuk kasus yang berbeda) |
|
L1 |
Nilai keberterimaan maksimum yang
diperbolehkan |
|
L1 = 15,0
kecuali dinyatakan lain pada masing-masing monografi |
|
L2 |
Rentang deviasi maksimum dari tiap satuan sediaan yang
diuji dari perhitungan nilai M |
Pada bagian bawah, tidak ada satupun hasil satuan
sediaan yang boleh kurang dari [1-(0,01)(L2)]M. Pada bagian atas tidak ada
satupun hasil satuan sediaan yang boleh lebih besar dari [1+(0,01)(L2)]M
(berdasarkan nilai L2= 25,0) |
L2 = 25,0 kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing
monografi |
|
T |
Nilai kandungan tiap satuan sediaan
pada saat diproduksi, dinyatakan sebagai persentase dari jumlah yang tertera
pada etiket. Untuk penggunaan pada farmakope, kecuali dinyatakan lain pada
masing-masing monografi, T adalah 100,0%. Untuk tujuan produksi, T adalah
nilai yang disetujui oleh industri pada saat produksi. |
|
|
Keseragaman Kandungan
Ambil tidak kurang dari 30 satuan dan
lakukan seperti berikut untuk bentuk sediaan yang dimaksud.Jika prosedur yang
digunakan untuk penetapan kadar dan uji Keseragaman kandungan berbeda,
diperlukan faktor koreksi yang akan digunakan untuk memperoleh hasil pengujian.
Sediaan
padat Tetapkan kadar
masing-masing 10 satuan menggunakan metode analisis yang sesuai. Hitung nilai
keberterimaan. (Tabel 3.2).
Perhitungan Nilai Keberterimaan Hitung nilai keberterimaan dengan rumus:
Keterangan
seperti tercantum pada Tabel 3.2.
Keragaman Bobot
Lakukan penetapan kadar zat aktif pada contoh bets
yang mewakili menggunakan metode analisis yang sesuai. Nilai ini disebut hasil
A, dinyatakan dalam persen dari jumlah yang tertera pada etiket (seperti
tertera pada Perhitungan nilai peneriman), dengan asumsi kadar (bobot
zat aktif per bobot satuan sediaan) homogen. Ambil tidak kurang dari 30 satuan
sediaan dan lakukan seperti berikut untuk bentuk sediaan yang dimaksud.
Tablet tidak bersalut atau bersalut selaput Timbang saksama 10 tablet satu per satu.
Hitung jumlah zat aktif dalam tiap tablet yang dinyatakan dalam persen dari
jumlah yang tertera pada etiket darihasil Penetapan kadar masing-masing
tablet. Hitung nilai keberterimaan.
Perhitungan nilai keberterimaan Hitung nilai keberterimaan seperti pada uji Keseragaman kandungan, kecuali kandungan masing-masing satuan diganti dengan perkiraankandungan masing-masing sebagai berikut:
|
X1,
X2,..., Xn |
= |
Perkiraan
masing-masing kandungan dari satuan yang diuji, dengan Xi = wi
x A/ |
|
w1, w2, ...,
wn |
= |
Bobot masing-masing satuan yang diuji pada Keragaman
bobot |
|
A |
= |
kandungan zat aktif (persen
terhadap jumlah yang tertera pada etiket) yang diperoleh menggunakan metode
analisa yang sesuai |
|
|
= |
rata-rata dari bobot masing-masing
satuan (w1, w2, ..., wn) |
Gunakan kriteria berikut kecuali dinyatakan lain dalam masing-masing monografi.
Sediaan padat, Keseragaman sediaan memenuhi syarat jika
nilai keberterimaan 10 unit sediaan pertama tidak kurang atau sama dengan L1%.
Jika nilai keberterimaan lebih besar dari L1%, lakukan pengujian pada 20 unit
sediaan tambahan, dan hitung nilai keberterimaan. Memenuhi syarat jika nilai
keberterimaan akhir dari 30 unit sediaan lebih kecil atau sama dengan L1% dan
tidak ada satu unitpun kurang dari [1 – (0,01)(L2)]M atau tidak satu
unitpun lebih dari [1 + (0,01)(L2)]M seperti tertera pada Perhitungan nilai
keberterimaan dalam Keseragaman kandungan atau Keragaman bobot.
Kecuali dinyatakan lain L1 adalah 15,0 dan L2 adalah 25,0.
a.
Dosis
obat 150 mg 👉 lebih dari 25 mg
b.
Zat
aktif = 150 mg / 300 mg (mis. Bobot
tablet) x 100%
= 150 mg / 300 mg x
100%
= 50% > 25%
Karena 50% > 25%
maka uji yang dilakukan adalah keragaman bobot tablet.
Cara kerja:
Ambil 30 tablet kemudian pisahkan 10 tablet
untuk pengujian keragaman bobot tablet. Sebelum melakukan uji keragaman bobot
lakukan penetapan kadar terlebih dahulu.
Timbang dan serbukkan
tidak kurang dari 20 tablet. Timbang saksama sejumlah serbuk tablet setara
dengan lebih kurang 100 mg, masukkan ke dalam labu tentukur 200-mL
cek dengan spektrofotometer Uv-Vis.
|
No |
Bobot Tablet (mg) |
Kadar tablet (%) |
|
1 |
298 |
99,5 |
|
2 |
299 |
99,5 |
|
3 |
300 |
99,5 |
|
4 |
301 |
100,1 |
|
5 |
300 |
100,5 |
|
6 |
299 |
99,5 |
|
7 |
302 |
100,1 |
|
8 |
301 |
100,5 |
|
9 |
300 |
99,7 |
|
10 |
298 |
98,9 |
|
Rerata |
299,8 |
99,88 |
|
SB |
|
0,5095 |



0 Komentar