Tips Memilih Suplemen yang Aman dan Tidak Membahayakan

Suplemen kesehatan merupakan produk yang digunakan untuk melengkapi asupan zat gizi, menjaga, meningkatkan, dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan tubuh. Produk ini memiliki nilai gizi dan/atau efek fisiologis, serta mengandung satu atau lebih bahan seperti vitamin, mineral, asam amino, dan/atau bahan lain non-tumbuhan yang dapat dikombinasikan dengan bahan tumbuhan.

Berdasarkan definisi tersebut, penggunaan suplemen kesehatan ditujukan semata-mata untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, menjaga, meningkatkan, dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan. Pada dasarnya, kebutuhan zat gizi dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan sehari-hari. Apabila seseorang merasa mengalami kekurangan zat gizi, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan suplemen kesehatan. Hal ini penting karena penggunaan suplemen yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Konsultasi dengan dokter juga diperlukan apabila suplemen digunakan dalam jangka panjang atau jika muncul efek samping maupun kejadian tidak diinginkan (KTD).

TIPS MEMILIH ANTARA BECOM C ATAU BECOM Zet

Terdapat beberapa kondisi yang memerlukan asupan suplemen kesehatan dengan perhatian khusus, antara lain:

·       Orang yang sedang sakit

·       Ibu hamil

·       Ibu menyusui

·       Lansia

·       Anak-anak

·       Orang yang sedang mengonsumsi obat, karena berpotensi terjadi interaksi dengan suplemen, baik pada proses absorpsi, distribusi, metabolisme, maupun ekskresi

Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 17 Tahun 2019 tentang Persyaratan Mutu Suplemen Kesehatan, pada Bab I Pasal 1 dijelaskan bahwa bahan suplemen kesehatan mencakup bahan aktif yang memiliki manfaat serta bahan tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan suplemen kesehatan. Bahan aktif merupakan komponen yang memberikan atau memiliki manfaat utama dari suplemen kesehatan, seperti vitamin, mineral, asam amino, serta ekstrak tanaman atau herbal. Sementara itu, bahan tambahan adalah komponen yang berfungsi membantu proses formulasi bahan aktif agar menjadi sediaan yang sesuai, terbukti aman, dan tidak memiliki efek farmakologis.

Baik bahan aktif maupun bahan tambahan wajib memenuhi ketentuan persyaratan mutu yang tercantum dalam peraturan yang berlaku, seperti Farmakope Indonesia, Farmakope Herbal Indonesia, Materia Medika Indonesia, maupun referensi resmi lainnya. Penggunaan bahan tambahan juga harus mematuhi batas maksimum yang diperbolehkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran III peraturan tersebut.

TIPS MENINGKATKAN IMUNITAS ANAK CEK!!!

Komposisi bahan, baik tunggal maupun kombinasi dalam suatu formula, harus disusun dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan rasionalitas penggunaan. Suplemen kesehatan yang diproduksi oleh industri obat wajib menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Sementara itu, suplemen yang diproduksi oleh industri obat tradisional harus menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), dan yang diproduksi oleh industri pangan wajib menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Suplemen kesehatan tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, antara lain:

1.     Serbuk

2.     Efervesen

3.     Tablet atau kaplet

4.     Kapsul

5.     Sediaan cair oral

8 REKOMENDASI MULTIVITAMIN ANAK CEK!!!

Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari peredaran suplemen kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu melakukan pemeriksaan terhadap Kemasan, Label, Izin Edar, dan Tanggal Kedaluwarsa sebelum menggunakan suplemen kesehatan.


Sumber: Modul Cerdas Memilih Suplemen Kesehatan 2023


Komentar

Postingan Populer

Cara Mudah Membuat Grafik Kurva Baku (Konsentrasi VS Absorbansi)

Cara Uji Disolusi dan Perhitungan

Nasib S1 Farmasi Terkini Tidak Dapat Mengurus STR