Upaya peningkatan kesehatan remaja kini semakin berkembang melalui pendekatan edukasi berbasis praktik. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan pembuatan jamu kunyit asam di SMA Wahidiyah Kediri yang melibatkan kolaborasi lintas bidang keilmuan.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara dosen Fakultas Farmasi Program Studi D3 Anafarma dan dosen Program Studi S1 Gizi, dengan melibatkan mahasiswa Prodi Gizi sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan bahan alami untuk menjaga kesehatan.
Kolaborasi Akademik dalam Edukasi Kesehatan
Keunggulan dari kegiatan ini terletak pada kolaborasi antara bidang farmasi dan gizi. Dosen farmasi memberikan pemahaman terkait kandungan aktif dan manfaat farmakologis bahan herbal, sedangkan dosen gizi menjelaskan nilai nutrisi dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh.
Mahasiswa Prodi Gizi turut berperan aktif sebagai fasilitator dalam praktik pembuatan jamu, sehingga tercipta suasana pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan menyenangkan bagi siswa.
Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini memiliki beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kesehatan berbasis herbal
- Memberikan edukasi tentang manfaat kunyit asam dari sisi farmasi dan gizi
- Melatih keterampilan siswa dalam membuat jamu tradisional
- Mengembangkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah
![]() |
| Paraktek Langsung Pembuatan Kunyit Asam |
Antusiasme dan Dampak Kegiatan
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari siswa SMA Wahidiyah Kediri. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari teori hingga praktik langsung.
Adapun dampak positif yang dirasakan antara lain:
- Meningkatnya pengetahuan siswa tentang kesehatan herbal
- Tumbuhnya minat terhadap jamu tradisional
- Peningkatan kesadaran hidup sehat sejak usia remaja
- Penguatan peran mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat
Peran Perguruan Tinggi dalam Pengabdian Masyarakat
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga meningkatkan pengalaman praktis bagi mahasiswa.


